HomeJasa dan Produk PenerbanganPublic Benefit AviationInternational Fly-In WebsiteIndonesian AviationBandar Udara Kita
Bandar Udara Indonesia
 HOME : BANDAR UDARA
 Database Penerbangan
  
  
 Jangan Takut Jadi Pilot
  


Chepy Nasution

  
 Airline Management
  

Airline Management

  
 Pelatihan Staf Aviation
  

  
 Klub-Klub UFO Indonesia
  

Klub UFO Indonesia

  
 Booking Pesawat Online
  
Booking Pesawat Online

  
 Galeri Foto TNI-AU Kita
  
Foto Galeri TNI-AU

  
 Berita Angkatan Udara
  
Berita TNI-AU

  
 Cari di Aviation Network
  
  
Search Aviation Network
 
powered by FreeFind

  
 E-Mail Bandara Gratis
  
Nama:
Panggilan:

Nama@Bandara.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Bandara.zzn.com

  
 Mengenai Kami
 100 Tamu Terakhir
  

  

Air Trffic Control


Dalam dunia penerbangan ada 3 pilar penunjang, yakni:
  1. Airline
  2. Airport
  3. ATS (Air Traffic Services)
Bagaimana dengan ATS?

ATS itu sendiri merupakan unit pelayanan yang terdiri dari:
  1. Flight Information Service,
  2. Alerting Service,
  3. Air Traffic Advisory Service dan
  4. Air Traffic Control (ATC) Service.
ATC Service adalah suatu pelayanan yang bertujuan untuk:
  1. Mencegah tabrakan pesawat terbang,
  2. Mencegah tabrakan pesawat terbang dengan kendaraan/ halangan di daratan,
  3. Menjaga keteraturan dan mempercepat arus lalu lintas udara (LLU).
ATC Unit terbagi dari:
  1. Aerodrome Control Tower (TWR),
  2. Approach Control Unit (APP),
  3. Area Control Centre (ACC).

Batas kewenangan masing-masing unit diatas sangat bervariasi dipengaruhi oleh wilayah udara yang ditentukan oleh Regulator. Dan dijabarkan dalam AIP (Aeronautical Information Publication) Republik Indonesia (Tory Tri Ruknomo).

Jakarta Air Traffic Control

Membesarkan Foto (Enlarge Photo) Membesarkan Foto (Enlarge Photo)

Wilayah udara Indonesia terbagi dalam 2 FIR (Flight Information Region) yaitu Jakarta dan Makassar. Dari 2 FIR ini terbentuklah Jakarta ACC dan Makassar ACC Jakarta ACC maupun Makassar ACC mempunyai beberapa sektor. Hal ini dibentuk untuk meng-akomodasi ruang udara yang sangat luas, dengan tujuan meningkatkan keselamatan penerbangan.

Keterbatasan wawasan, perkenankan saya hanya memaparkan wilayah udara Jakarta saja.

Jakarta FIR mempunyai 5 sektor Jakarta ACC:
  1. Jakarta Upper Control Medan (UM),
  2. Jakarta Upper Control Palembang (UP),
  3. Jakarta Upper Control Tanjung Karang(UT),
  4. Jakarta Upper Control Semarang (US),
  5. Jakarta Upper Control Kalimantan (UK).

Masing-masing sektor ACC membawahi beberapa sektor yang disebut TMA (Terminal Area) sebagai contoh Medan TMA, Pekanbaru TMA, Jakarta TMA, Pontianak TMA, Palembang TMA.

Untuk Jakarta TMA itu sendiri terbagi 2, yaitu Jakarta Lower North (LN) dan Jakarta Lower East (LE).

Dibawah Jakarta TMA terdapat unit APP, disini terdapat Unit Jakarta Approach West (TW) dan Jakarta Approach East (TE). Kemudian Unit Arrival (AN) sebelum akhirnya Unit TWR, yang khusus di Bandara Soekarno-Hatta dipilah menjadi 4 unit, yaitu:

  1. Clearance Delivery (CDL),
  2. Ground Control Selatan (GS),
  3. Ground Control Utara (GN), dan
  4. Aerodrome Control Tower (TWR) (Tory Tri Ruknomo).
Regional Area Control Room

Membesarkan Foto (Enlarge Photo) Membesarkan Foto (Enlarge Photo)

Inside The Control Tower

Membesarkan Foto (Enlarge Photo) Membesarkan Foto (Enlarge Photo)

Membesarkan Foto (Enlarge Photo) Membesarkan Foto (Enlarge Photo)

View From The Control Tower

Membesarkan Foto (Enlarge Photo) Membesarkan Foto (Enlarge Photo)

Radar Control Supervisor
Ms. Pudji Hastuti

Membesarkan Foto (Enlarge Photo)

Berikut disampaikan proses (contoh) penerbangan pesawat dari Jakarta-Surabaya.

Penerbang akan selalu mengisi FPL (Flight Plan) dengan data-data sesuai formulir yang telah disediakan. Namun untuk penerbangan yang berjadwal operator penerbangan akan menyampaikan RPL (Repetitive Fight Plan) ke Unit BO (Briefing Office) dan Unit FDO (Flight Plan Data Operator) untuk kemudian dimasukkan ke dalam sistim otomasi.

Dimana peran ATC? [khusus Jakarta] (mohon maaf bila tidak berkenan)

  1. Awal mula penerbang akan selalu meminta ATC Clearance sebelum menghidupkan mesin dan bersiap meninggalkan lokasi parkir. (CDL)

  2. Setelah lengkap menjawab ATC Clearance 10 menit kemudian penerbang akan meminta untuk menghidupkan mesin pesawat dan mundur dari lokasi parkir.

  3. Masing-masing terminal keberangkatan mempunyai unit sendiri. Untuk terminal A-B-C penerbang akan berkomunikasi dengan GS, sedangkan terminal D-E-F dengan GN.

  4. Setelah pesawat tuntas menghidupkan mesin dan pada posisi siap untuk berjalan, maka penerbang akan minta ijin untuk taxi. Dipandulah pesawat tersebut menuju titik dimana akan memulai take-off. Dalam bahasa kami holding position.

  5. Dipertengahan jalan pada posisi yang sudah clear dengan pesawat yang lain penerbang akan diberi istruksi untuk berkomunikasi dengan unit TWR, karena tanggung jawab TWR yang akan memberangkatkan peswat tsb.

  6. Proses untuk keberangkatan ini akan tergantung dengan pesawat lain yang akan mendarat ataupun pesawat yang berada di depannya. Sehingga perhitungan dan pengalaman seorang ATC untuk memberangkatkan pesawat sangat berperan.

  7. Sesaat pesawat memulai mengudara, penerbang akan diminta berkomunikasi dengan unit TE, setelah lepas ketinggian tertentu penerbang diminta berkomunikasi dengan unit LE, demikian seterusnya hingga ke unit US.

  8. Setiap sektor pemanduan LLU, ATC yang bertugas mempunyai tanggung jawab memisahkan antar pesawat dengan separasi yang sesuai.

  9. Unit US akan selalu berkoordinasi dengan Unit Makassar ACC akan keberadaan pesawat yang dimaksud, sehingga pada suatu titik pesawat tsb akan dilimpahkan status tanggung jawabnya ke wilayah udara Makassar.

  10. Makassar ACC akan memandu pesawat tersebut hingga memasuki wilayah udara Surabaya TMA, dan seterusnya pada akhirnya penerbang akan berkomunikasi dengan Juanda TWR untuk melaksanakan pendaratan. Dan melaju ke tempat parkir pesawat di apron.

Inti dari paparan diatas adalah setiap pergerakan pesawat terbang akan selalu terpantau oleh ATC, karena penerbang selalu berkomunikasi dengan unit-unit ATC, baik itu dalam kondisi normal ataupun dalam kondisi abnormal.

Untuk sedikit memberikan gambaran mengenai pekerjaan ATC, ada satu film yang dibintangi oleh Angelina Jolie, John Cusack, Billy Bob Thornton dengan judul Pushing Tin.
Demikian sekelumit peran profesi ATC dalam dunia penerbang kita, mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan (Tory Tri Ruknomo, Jakarta Arrival, Bandara Soekarno-Hatta).

Foto-Foto oleh Admin@BandarUdara.Com

APAKAH ANDA INGIN KARIR DI ATC?
(Indonesia Butuh 3.000 Petugas ATC)


Re: "Indonesia Butuh 3.000 Petugas ATC"
(Saran Dari Lapangan)
Mengirim Saran Anda

STPI RAIH APPROVED ATC TRAINING AWARD 2008


Kami sedang menulis informasi lanjut mengenai
Air Traffic Control (ATC) di bandara-bandara di Indonesia.

Kalau anda ingin mengirim info kontak kami di sini!